Jumat, 23 April 2010

Charlie 'ST 12' Ciptakan Lagu "Rindu Bersatu"


Charlie 'ST 12' mengaku bangga bisa berkontribusi membuat lagu bertema nasionalisme, dengan misi menyatukan Indonesia.

"Lagu itu awalnya aku persembahkan untuk hari Sumpah Pemuda, berisi tentang gambaran cinta terhadap tanah air," ucap Charlie pada VIVAnews, beberapa waktu lalu.

Menurut Charlie, sudah seharusnya para musisi bisa menciptakan lagu yang sifatnya nasionalisme, tidak melulu lagu bertema cinta yang komersil.

"Lagu ini aku buat berdasarkan latar belakang peristiwa atau konflik panas yang terjadi di negara kita. Intinya, lagu ini menggambarkan kerinduan akan damainya Indonesia," kata Charlie menjelaskan.

Sesuai dengan judulnya "Rindu Bersatu", lagu ini mempunyai misi untuk menyatukan Indonesia dengan cinta, sebagai tujuan utama dari program Indonesia Bersatu.

Lagu ciptaan Charlie mendapat banyak dukungan. Empat label musik besar dan empat belas artis dari grup band papan atas bergabung untuk menyanyikan lagu tersebut. Mereka adalah, Gita Gutawa, ST 12, Ungu, Changcuters, Rio Febrian, Kangen Band, Sherina, Nidji, D’masiv, Viera, Kotak, Alexa, Geisha dan Azzura.

Peluncuran lagu dan RBT (Ring Back Tone) lagu "Rindu Bersatu" ini secara resmi akan diadakan pada hari Rabu, 21 April 2010 di Hotel Nikko, Jakarta Pusat. (pet)

Senin, 05 April 2010

Biography St 12



Grup musik asal Bandung, Jawa Barat ini rupanya tak mengalami kesulitan menarik perhatian masyarakat Indonesia. Warna musik bernuansa melayu yang mereka bawakan mudah diterima pasar. Segera setelah melempar single Puspa dari album perdana, nama mereka langsung melejit. Lagu mereka sering dinyanyikan banyak orang.

ST 12 dimotori Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), Muhammad Charly van Houtten alias Charly (vokal), dan Iman Rush (gitar). Nama ST 12 dipilih sesuai tempat awal para personel grup band ini bertemu. Yaitu di studio rental OMS milik Pepep yang berlokasi di Jalan Stasiun Timur nomor 12, Bandung. Akhirnya, mereka yang semula tidak saling kenal, menjadi sering bertemu di studio rental itu. Pada 20 Januari 2005, terbentuklah ST 12. Menurut Pepep, di studio OMS sering mangkal musisi senior Kota Kembang.

Masing-masing personel ST 12 menyukai beragam aliran musik. Charly menggemari jenis musik jazz, Pepep menyukai aliran musik jazz dan rock, sementara Pepeng tumbuh bersama musik rock. Namun mereka berkompromi dan membuat ST12 beraliran pop melayu.

Hingga 2005, tidak ada major label yang mau menampung mereka. ST 12 kemudian meluncurkan album perdana Jalan Terbaik melalui jalur indie. Untuk mempromosikan album tersebut, mereka tur ke sejumlah tempat.

Kejadian tragis sempat mengguncang mereka. Pada Oktober di tahun yang sama, saat sedang promo tur di Semarang, Iman Rush meninggal dunia. Dari sumber informasi yang didapat, pembuluh darah di otak Iman pecah hingga kehilangan nyawa.

Label Trinity Optima Production kemudian melirik kesuksesan album pertama ST 12. Hingga akhirnya diluncurkan album kedua mereka pada 2008. Album berisi 12 lagu dan bertajuk P.U.S.P.A ini didedikasikan untuk mengenang Iman. Sampai saat ini, posisinya tidak digantikan, dan hanya menggaet pemain musik cabutan (additional player).

Lagu andalan pada album kedua grup musik yang kini beranggota tiga personel ini berjudul Puspa. Judul tersebut bukan diambil dari nama seorang wanita, melainkan singkatan dari “putuskan saja pacarmu.” Lagu ini bercerita tentang seorang pria yang mengagumi wanita cantik yang sudah punya kekasih. Untuk pembuatan video klip yang digarap Abimael Gandy, Luna Maya didaulat menjadi model dalam video klip tersebut.
Mengawali promo album, mereka menggelar acara ngamen bareng untuk musisi jalanan di Bandung. Mereka pun hendak melebarkan sayap dengan mempersiapkan promo tur hingga ke Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.(Bjk)